MikriTV.ID, Washington DC – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menarik sorotan dunia setelah menyampaikan pernyataan tegas yang menyudutkan tiga pemimpin dunia: Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Dalam sebuah video resmi yang dirilis setelah insiden penembakan tragis di Washington, D.C., Netanyahu menuding ketiganya secara tidak langsung memberi semangat kepada Hamas untuk terus melanjutkan perlawanan bersenjata.
Tuduhan Netanyahu dan Tragedi Penembakan di AS
Pernyataan keras Netanyahu muncul setelah dua staf Kedutaan Besar Israel, Yaron Lischinsky (30) dan Sarah Lynn Milgrim (26), tewas ditembak pada malam 22 Mei 2025.
Pasangan tersebut baru saja menghadiri acara Komite Yahudi Amerika di Capital Jewish Museum.
Elias Rodriguez, warga Chicago berusia 31 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan kuat motif politik.
Saksi mata menyebut pelaku sempat berteriak, “Saya melakukannya untuk Gaza” dan “Bebaskan Palestina” sebelum melakukan aksinya.
Insiden ini langsung mendapat perhatian tinggi dari pemerintahan Israel dan dijadikan pijakan oleh Netanyahu untuk melancarkan kritik terhadap sikap negara-negara Barat terhadap konflik Gaza.
Macron, Starmer, dan Carney Dituding Menguatkan Hamas
Dalam pidatonya, Netanyahu menyatakan bahwa Macron, Starmer, dan Carney memberi angin segar bagi Hamas dengan terus menekan Israel agar menghentikan operasi militernya di Gaza.
Ia menilai, tekanan internasional yang hanya ditujukan kepada Israel—bukan kepada Hamas—menjadi isyarat bahwa kelompok tersebut diuntungkan secara politis.
Netanyahu bahkan menyebut bahwa “ketika pembunuh massal dan penculik berterima kasih kepada Anda, maka Anda berada di pihak sejarah yang salah.”













https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026