Scroll untuk baca artikel
Internasional

Iran Hadiri Perundingan Islamabad dengan Pesimisme Mutlak Terhadap Amerika Serikat

×

Iran Hadiri Perundingan Islamabad dengan Pesimisme Mutlak Terhadap Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini

MikroTV.ID, Teheran – Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi aktif dalam perundingan damai di Islamabad, Pakistan, meskipun dibayangi keraguan mendalam terhadap niat diplomatik Amerika Serikat.

Melansir sumber Tasnim News Agency, Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan bahwa keikutsertaan Teheran dalam negosiasi tersebut akan disertai dengan skeptisisme yang tinggi terhadap sifat “menipu” dari pihak AS.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas upaya mediasi yang dilakukan Pakistan untuk memfasilitasi gencatan senjata sementara di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan koalisi AS-Israel.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu, 8 April 2026, Mohammad Reza Aref menekankan bahwa stabilitas dan kekuatan Iran saat ini merupakan buah dari landasan ideologis mendiang Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei.

Wakil Presiden mencatat bahwa kerangka ideologis tersebut menempatkan hakikat kekuasaan di atas kehendak bangsa dan struktur pemerintahan yang kokoh, melampaui kepentingan individu semata.

Momentum ini bertepatan dengan peringatan hari ke-40 sejak dimulainya konflik intensif yang disebut Teheran sebagai upaya melawan “front kejahatan” global.

Aref menegaskan bahwa kemampuan bangsa Iran untuk melewati perang skala penuh melawan banyak musuh telah membuktikan ketangguhan pertahanan nasional yang sulit diprediksi lawan.

Menurutnya, konflik berkepanjangan selama empat puluh hari terakhir ini bukan sekadar kemenangan militer, melainkan titik balik penting dalam mengubah persamaan strategis di tingkat regional dan global.

Wakil Presiden mengkritik keras tindakan pihak lawan yang dinilainya salah dalam memperhitungkan situasi politik dan keamanan Iran pasca hilangnya sosok pemimpin penting.

Aref menyatakan bahwa sikap teguh rakyat Iran dalam periode sulit ini telah memberikan kekalahan bersejarah pada struktur politik kekuatan imperialis dunia.

Ia juga menyoroti partisipasi luas masyarakat dalam demonstrasi publik sebagai bentuk manifestasi “kekuatan lunak” pemerintah yang berjalan beriringan dengan operasi militer di medan perang.

Dunia pasca-perang diprediksi akan mengalami perubahan drastis, di mana Iran memosisikan diri sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan sistem imperialis.

Halaman:

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026