MikroTV.ID, Teheran – Penguasaan desain dan manufaktur pesawat tanpa awak atau drone telah menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan bagi industri pertahanan Republik Islam Iran.
Saat ini Iran secara resmi masuk dalam jajaran kekuatan drone teratas di dunia dengan kemampuan operasional yang semakin canggih dan terintegrasi.
Spesialis militer negara tersebut terus berupaya mengoptimalkan penggunaan drone untuk berbagai misi dalam satu platform produk yang serupa guna efisiensi biaya.
Strategi tersebut memungkinkan perubahan peran drone dalam waktu singkat sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Salah satu contoh paling signifikan dari fleksibilitas teknologi ini adalah kehadiran drone serbaguna Karrar yang diproduksi oleh Iran Aircraft Manufacturing Industries atau HESA.
Keberhasilan platform Karrar kemudian melahirkan pengembangan drone jet Naseh yang dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem pertahanan udara.
Sejarah pengembangan drone Iran memiliki akar pada platform MQM-107 yang awalnya dibeli untuk menguji sistem anti-udara beberapa dekade silam.
Namun melalui riset mandiri, Iran berhasil meluncurkan Karrar pada Agustus 2010 dengan misi sebagai target terbang dan pesawat pengebom.
Kini Karrar telah berevolusi menjadi drone paling serbaguna yang mampu melakukan pengintaian, serangan darat, hingga misi perang elektronik.
Melansir informasi dari laman Pars Today, hadirlah drone jet Naseh yang diresmikan oleh Markas Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya sebagai varian terbaru.
Naseh mengadopsi desain sayap rendah yang memberikan kemampuan manuver tinggi pada kecepatan besar guna simulasi target nyata di udara.
Berbeda dengan drone penyerang pada umumnya, Naseh berperan sebagai instruktur bagi sistem pertahanan udara untuk melatih akurasi tembakan terhadap ancaman jet tempur.
Halaman:














https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026