Fokus Artikel: Menhan Sjafrie menegaskan BSSN sebagai Angkatan Perang Asimetris yang berfungsi sebagai sabuk pengaman stabilitas nasional Indonesia di era modern.
MikroTV.ID, Depok, Jabar – Kedaulatan sebuah bangsa di abad ke-21 tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan alutsista di darat, laut, dan udara, tetapi juga oleh ketangguhan benteng pertahanan di ruang siber.
Dalam forum strategis BSSN Executive Town Hall 2026 di Depok, Senin, 19 Januari 2026, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pertahanan siber adalah fondasi vital bagi stabilitas nasional yang tidak bisa ditawar.
Transformasi Pertahanan Menghadapi Perang Informasi
Menhan Sjafrie menyoroti pergeseran paradigma ancaman global yang kini bertransformasi dari perang konvensional menjadi perang asimetris.
Dalam lanskap baru ini, informasi dan psikologi menjadi medan tempur utama.
Hal inilah yang menempatkan Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN pada posisi sentral dalam struktur pertahanan negara.
BSSN ibarat suatu angkatan perang, dan Anda semua adalah awak dari angkatan perang asimetrik.
BSSN harus menjadi safety belt atau sabuk pengaman dari stabilitas nasional, tegas Menhan Sjafrie di hadapan jajaran pimpinan BSSN.
Pesan ini menggarisbawahi bahwa personel siber bukan sekadar teknisi komputer, melainkan prajurit garda terdepan yang menjaga kedaulatan ideologi, politik, dan ekonomi Indonesia dari infiltrasi asing.
Halaman:
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026