Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Dugaan Mafia BBM di Kapuas Hulu, SPBU Simpang Silat Kedapatan Isi Solar Subsidi ke truk tanki CPO di Luar Jam Ops

×

Dugaan Mafia BBM di Kapuas Hulu, SPBU Simpang Silat Kedapatan Isi Solar Subsidi ke truk tanki CPO di Luar Jam Ops

Sebarkan artikel ini
SPBU Simpang Silat Kapuas Hulu
SPBU Simpang Silat Kapuas Hulu diduga salurkan solar subsidi ke truk CPO di luar jam operasi, warga keluhkan kelangkaan BBM.

MikroTV.ID, Kapuas Hulu – Aroma penyimpangan distribusi BBM bersubsidi tercium di wilayah Kecamatan Silat Hilir.

SPBU bernomor 64.787.004 yang berlokasi di Desa Miau Merah diduga telah menyalahi mandat pemerintah dan Pertamina.

Distrik penyalur ini diduga kuat sengaja mengalirkan Solar subsidi (JBT) kepada armada industri di luar jam pelayanan resmi.

Temuan ini diperkuat dengan bukti lapangan pada Jumat menjelang malam (9/1/2026) sekitar pukul 17.56 WIB.

Meski gerbang SPBU digembok rapat seakan sudah tutup, aktivitas di dalamnya justru sibuk melayani pengisian truk tanki CPO hijau berkapasitas 8.000 liter.

Dokumentasi video menunjukkan nozzle pengisian diarahkan langsung ke manhole tanki truk, mengindikasikan distribusi dalam jumlah besar secara ilegal.

Masyarakat Tercekik Harga Eceran, SPBU Malah Utamakan Spekulan

Kelangkaan BBM di SPBU tersebut menjadi momok bagi warga setempat.

Masyarakat mengeluhkan manajemen operasional SPBU yang dinilai tidak transparan; jarang buka di siang hari namun aktif di malam hari.

“Siang hari kalau dicari jarang buka. Akibatnya kami kesulitan, terpaksa membeli eceran dengan harga selangit, mulai dari Rp 14.000 untuk Pertalite dan hingga Rp 16.000 per liter untuk Solar,” keluh seorang warga yang identitasnya disembunyikan.

Dugaan jual-beli di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pun mencuat. Di luar jam kerja, SPBU diduga melayani kendaraan pickup dan pengantre jeriken dengan harga Solar mencapai Rp 11.000 dan Pertalite Rp 10.600 per liter, jauh melampaui ketentuan resmi pemerintah.

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026