Mikrotv.ID, Jakarta – Menuju target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, Indonesia terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis untuk menggantikan energi fosil.
Dengan potensi energi terbarukan yang mencapai hampir 4 terawatt (TW), transisi menuju energi bersih bukanlah hal yang mustahil.
Salah satu solusi yang tengah dioptimalkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung, terutama di atas permukaan waduk yang memiliki kapasitas pengembangan hingga 14 gigawatt (GW).
Baca Juga: BMKG dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Demi Kelancaran PON XXI di Aceh
Dukungan Kementerian PUPR untuk Pengembangan PLTS Terapung
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai pengelola bendungan di Indonesia, telah memberikan lampu hijau untuk optimalisasi PLTS terapung di sejumlah bendungan.
Dukungan ini disampaikan dalam Forum Tematis Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bertema “Cirata Mendunia: Membangun Reputasi Global Kejar Target Net Zero Emission” yang berlangsung di Bandung pada Kamis (12/9).
Hendra Iswahyudi, Direktur Konservasi Energi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas PLTS terapung ini merupakan salah satu langkah penting untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.
“Dengan memanfaatkan floating PV di beberapa permukaan waduk yang dimiliki Kementerian PUPR, kita dapat mengakselerasi tambahan 14 GW. Menteri PUPR telah menyetujui peningkatan kapasitas terpasang PLTS di waduk milik Kementerian PUPR,” ujar Hendra.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026