Mikrotv.ID, Putussibau – Batang Sungai Suhaid merupakan sumber daya air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat sekitar dan makhluk hidup lainnya.
Namun, kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dalam beberapa minggu terakhir ini telah menyebabkan sungai tersebut tercemar.
Penyebab utama pencemaran sungai adalah kegiatan pertambangan yang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri.
Hal ini mengakibatkan kerugian besar bagi warga yang bergantung pada budidaya ikan di keramba.
Menurut informasi yang diterima, kerugian warga yang melakukan budidaya ikan di keramba cukup besar.
Melalui unggahan video di media sosial, salah satu warga Suhaid yang juga penambang siap menghentikan aktivitas penambangan emas beserta rekan-rekannya.
“Saya selaku mewakili para pekerja PETI siap mengundurkan alat kami dan berhenti total,” ujar pria dalam unggahan video tersebut, Senin (22/7/2024).
Sebelumnya, berita tentang beberapa pemilik keramba ikan yang menangis karena dalam hitungan cepat beberapa ton ikan toman yang dipelihara mati telah viral.

Penyebab kematian ikan di keramba adalah aktivitas PETI di Batang Sungai Suhaid. Kejadian ini memicu reaksi dari berbagai pihak, yang turut sedih dan prihatin dengan kerugian besar yang menimpa warga Suhaid.
Kegiatan pertambangan selain mencemari sungai juga merusak habitat sungai dan mengganggu ekosistemnya.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026