Scroll untuk baca artikel
Nasional

Suara Hati Media Siber, Dari Nasib Wartawan ‘Tukang Bakso’ Hingga Tantangan Kedaulatan Digital ke Meja Presiden

×

Suara Hati Media Siber, Dari Nasib Wartawan ‘Tukang Bakso’ Hingga Tantangan Kedaulatan Digital ke Meja Presiden

Sebarkan artikel ini
SMSI gelar Rapimnas 2026 di Jakarta, soroti beban verifikasi media kecil hingga kirim surat terbuka ke Presiden Prabowo
SMSI gelar Rapimnas 2026 di Jakarta, soroti beban verifikasi media kecil hingga kirim surat terbuka ke Presiden Prabowo terkait kedaulatan digital RI-AS.

MikroTV.ID, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, pada 6–7 Maret 2026.

Forum strategis ini dihadiri oleh para Ketua SMSI provinsi se-Indonesia, tokoh pers nasional, serta jajaran Dewan Pers untuk merumuskan arah organisasi di tengah tantangan disrupsi digital yang kian masif.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, menegaskan bahwa Rapimnas ini merupakan momentum penting untuk menyatukan persepsi pengurus dalam menghadapi berbagai isu krusial yang mengancam eksistensi media lokal dan startup.

Dalam sambutannya, Firdaus mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib jurnalis profesional di daerah yang terpaksa beralih profesi menjadi pedagang kaki lima demi bertahan hidup pasca-gelombang PHK media besar.

[irp]

SMSI hadir sebagai wadah bagi para jurnalis tersebut untuk tetap menjaga idealisme dengan mendirikan perusahaan media sendiri, yang kini tercatat telah menaungi 3.181 perusahaan pers siber di seluruh Indonesia.

Namun, perjalanan sembilan tahun organisasi ini tidak lepas dari hambatan, terutama kebijakan verifikasi Dewan Pers yang dinilai memberatkan keberlangsungan hidup media kecil di daerah.

Firdaus mengkritik keras fenomena “bom” administrasi yang menghambat kerja sama media lokal dengan pemerintah daerah, seraya menekankan bahwa kemerdekaan pers lebih esensial dibanding beban birokrasi.

Selain isu internal, SMSI menaruh perhatian serius pada kebijakan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor perdagangan digital dan teknologi.

[irp]

Organisasi menilai perlu adanya sikap bersama untuk memastikan industri media nasional memiliki ruang tumbuh yang adil dan tidak tergilas oleh dominasi platform digital global.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, mengapresiasi pertumbuhan SMSI dan mendorong organisasi ini menjadi pilar demokrasi baru yang berkeadilan di era peradaban teknologi informasi.

Yuddy menekankan pentingnya SMSI menjadi jembatan informasi yang akurat antara pemerintah dan masyarakat, serta tetap bersikap kritis namun konstruktif terhadap kebijakan pembangunan nasional.

Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, yang hadir membuka acara, menyatakan kesiapannya untuk menampung seluruh aspirasi dan pemikiran dari forum Rapimnas ini ke dalam rapat pleno Dewan Pers.

[irp]

Komaruddin mendorong komunitas pers untuk bertransformasi dari sekadar komunitas kerja (working community) menjadi komunitas pembelajar (learning community) guna menjawab redefinisi dunia pers saat ini.

Halaman:

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026