Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Dugaan Tebang Pilih Penegakan Hukum PETI di Sanggau: Penambang Ilegal Ditindak, Penampung Emas dan Pemasok Alat Bebas Beroperasi?

×

Dugaan Tebang Pilih Penegakan Hukum PETI di Sanggau: Penambang Ilegal Ditindak, Penampung Emas dan Pemasok Alat Bebas Beroperasi?

Sebarkan artikel ini
Penegakan hukum PETI di Sanggau terkesan tebang pilih
Penegakan hukum PETI di Sanggau terkesan tebang pilih. Penambang emas ilegal marak, penampung emas dan pemasok alat diduga bebas beroperasi, Foto Toko penyedia peralatan PETI dan dugaan Penampung emas ilegal

Penegakan Hukum PETI di Sanggau: Terkesan Tebang Pilih?

Mikrotv.ID, Sanggau, Kalbar – Penindakan hukum terhadap pelaku penambangan emas ilegal (PETI) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menimbulkan kesan tebang pilih.

Aktivitas PETI di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas semakin marak, namun penindakan hukum terkesan hanya menyasar pelaku lapangan.

Pertanyaan muncul, sejauh mana Aparat Penegak Hukum (APH) menindak pihak-pihak lain yang terlibat dalam rantai aktivitas ilegal ini?

Aktivitas PETI melibatkan penggunaan peralatan dan bahan bakar minyak (BBM). Hasil penambangan kemudian dijual kepada penampung emas.

Pertanyaan yang muncul adalah, apakah pemasok BBM, penjual peralatan PETI, dan penampung emas hasil PETI juga dikenakan tindakan hukum yang sama?

Baru-baru ini, seorang pengusaha bengkel las di Jalan H. Juanda No. 30, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, berinisial (AS), diduga terlibat dalam jual beli emas hasil PETI dan memiliki alat jek. Aktivitasnya ini terkesan luput dari perhatian APH.

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, bengkel las tersebut sering menjadi tempat transaksi jual beli emas hasil PETI. “Di sana juga ada empat set alat sedot emas,” ujarnya.

Warga lain yang berprofesi sebagai penambang emas juga mengungkapkan bahwa mereka menjual hasil tambang kepada (AS), terutama pada hari libur.

“Dia juga punya alat jek emas pribadi dan pernah beroperasi di daerah Inggis,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, (AS) membenarkan kepemilikan alat tambang di daerah Semerangkai.

“Memang ada mesin kami di Semerangkai, baru dua hari beroperasi. Dua set alat di Inggis mengalami kerugian lebih dari 20 juta,” jelasnya.

 

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026