Mikrotv.ID, Sekadau – Upaya menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem diperlukan langkah mitigasi para petani di Kabupaten Sekadau agar tidak mengalami gagal panen.
Perubahan iklim ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif membawa dampak serius bagi sektor pertanian.
Salah satu ancaman utamanya adalah gagal panen yang dapat merugikan para petani di Kabupaten Sekadau.
Untuk menghadapi tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mengambil langkah mitigasi agar hasil panen para petani tetap terjaga.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Sekadau, Sandae, menjelaskan bahwa upaya mitigasi terhadap perubahan iklim ekstrem sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan.
Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan kepada petani tentang teknik bertani yang adaptif melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Mitigasi perubahan iklim untuk petani menjadi prioritas kami, sehingga mereka dapat mengantisipasi cuaca ekstrem yang memengaruhi pertanian. Kami menggandeng BMKG melalui program Sekolah Lapang Iklim untuk meningkatkan pengetahuan para petani,” ujar Sandae kepada awak media Mikrotv.ID, Kamis (14/11/2024).
Penerapan Program Sekolah Lapang Iklim (SLI)
DKP3 Kabupaten Sekadau sebelumnya telah melaksanakan program SLI di Kecamatan Belitang Hulu bersama BMKG.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026