Program ini bertujuan membekali petani dengan keterampilan dalam menghadapi musim kering atau kemarau yang bisa mengakibatkan lahan pertanian menjadi kering dan rentan gagal panen.
Melalui SLI, petani diberikan bimbingan agar dapat mengubah jadwal tanam, menyesuaikan waktu tanam dengan musim yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman, serta mengambil tindakan antisipatif lainnya.
“Misalnya, petani bisa mengubah jadwal tanam di musim yang diperkirakan akan ada hujan,” tambah Sandae.
Program Pipanisasi untuk Menanggulangi Kemarau Panjang
Selain program pendidikan iklim, Pemkab Sekadau juga berupaya menyediakan sarana yang dapat membantu petani mengatasi kekeringan.
Salah satunya melalui program pipanisasi dan bantuan mesin pompa air dari Kementerian Pertanian.
Alat ini memungkinkan petani mengairi sawah mereka, meskipun di musim kemarau.
“Pompa air dan pipanisasi ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian, yang bertujuan untuk membantu petani dalam mengairi lahan mereka saat musim kering,” jelas Sandae.
Pada tahun 2024, beberapa unit mesin pompa air telah disalurkan kepada petani di Kabupaten Sekadau sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.
Antisipasi Dampak Perubahan Cuaca Ekstrem pada Produktivitas Pertanian
Perubahan cuaca ekstrem akhir-akhir ini memang menjadi tantangan besar bagi para petani, terutama di daerah yang rentan terhadap fluktuasi iklim.
Menurut Sandae, upaya mitigasi seperti ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi risiko gagal panen serta menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sekadau.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026