Mikrotv,id, Kutacane- Diduga keberadaan aset rehab gedung berupa kayu dan atap di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara diduga dijual tanpa lelang terbuka.
Aset daerah yang bersumber dari anggaran DAK fisik rehab bangunan SD dan SMP yang ditafsir berjumlah puluhan gedung tersebut. Diduga tidak dilakukan lelang secara terbuka maupun secara Online dari pihak terkait.
Aktivis Mahasiswa Fikri meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara agar materil yang dilakukan oleh pihak ketiga agar dilakukan lelang terbuka, karena takut dikhawatirkan hanya kepentingan pihak tertentu.
” Kami ketahui aset berupa atap seng dan kayu mencapai puluhan yang ada. Namun hingga sekarang aset tersebut tidak diketahui keberadaannya, ” kata Fikri kepada wartawan, Kamis (14/11).
Menurut Fikri, di tahun sebelumnya keberadaan aset itu, setiap rehab sekolah dan fasilitas umum lainnya berupa gedung, pengelolaan aset berupa atap dan kayu bangunan yang direhab tak jelas nasibnya bahkan kerapkali dimanfaatkan oknum – oknum tertentu, tanpa melakukan lelang.
Padahal, diketahui bila dikumpulkan dari semua proyek rehab gedung yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara, mungkin kalau dikumpulkan nilainya terhitung lumayan besar untuk menambah pendapatan daerah.
” Namun hingga sekarang keberadaan aset tidak jelas keberadaannya. Kami menduga ada permainan gelap atas barang tersebut, jika hal ini tidak tuntas maka kami akan menggelar aksi demontrasi,” tegasnya.
Sementara itu Kabid Aset Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Bintang Terang mengatakan tugas pihak aset terhadap sisa atap dan kayu yang sudah dibongkar, menunggu laporan dari OPD terkait.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026