Scroll untuk baca artikel
Lensa Daerah

Akses Vital Terputus, Toni Desak Pemkab Sintang Bangun Kembali Jembatan Desa Bengkuang

×

Akses Vital Terputus, Toni Desak Pemkab Sintang Bangun Kembali Jembatan Desa Bengkuang

Sebarkan artikel ini
Toni desak Pemkab Sintang segera bangun jembatan gantung Desa Bengkuang yang putus total. Akses vital warga ini butuh bantuan APBD.

MikroTV.ID, Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Toni, mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera mengambil langkah nyata dalam membangun kembali jembatan gantung yang putus di Dusun Belungkah,

Desa Bengkuang, Kecamatan Kelam Permai. Infrastruktur tersebut merupakan urat nadi transportasi warga untuk menyeberangi Sungai Lebang yang kini tak lagi bisa dilalui.

Informasi mengenai lumpuhnya akses ini diterima langsung oleh Toni dari Kepala Desa Bengkuang, Dimanto.

Berdasarkan laporan dan dokumentasi video yang diterima, jembatan tersebut ambruk setelah diterjang banjir besar yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

“Pak Kades menyampaikan langsung kepada saya terkait jembatan gantung yang putus tersebut. Video kondisi jembatan saat banjir juga sudah saya terima sebagai bukti lapangan,” ujar Toni saat memberikan keterangan resmi Minggu (3/5/2026).

Politisi Partai Golongan Karya tersebut menjelaskan bahwa upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan melalui alokasi dana pokok pikiran (pokir) anggota dewan pada tahun 2025.

Namun, keterbatasan anggaran saat itu hanya memungkinkan dilakukannya renovasi ringan, bukan pembangunan struktur jembatan secara menyeluruh.

“Saya sudah membantu melalui pokir tahun lalu, tetapi pekerjaannya hanya sebatas renovasi. Untuk membangun jembatan baru tentu membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar, apalagi panjang jembatan tersebut cukup signifikan,” jelas legislator asal Sintang tersebut.

Melihat kondisi kerusakan yang sudah mencapai tahap total, Toni menilai dukungan finansial dari Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersifat mutlak.

Mengandalkan sisa dana pokir dianggap tidak akan mampu menyelesaikan persoalan konstruksi jembatan yang membutuhkan biaya besar.

“Karena itu saya mendorong pemerintah daerah agar segera menganggarkan pembangunan jembatan ini secara permanen. Kalau hanya mengandalkan pokir, tentu tidak akan memadai untuk spesifikasi jembatan sepanjang itu,” tegas Toni.

Kebutuhan akan jembatan baru ini dianggap mendesak mengingat kedudukannya sebagai satu-satunya jalur penghubung masyarakat Dusun Belungkah dengan wilayah luar.

Putusnya akses tersebut secara otomatis menghambat distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas anak-anak sekolah.

“Jembatan itu adalah akses utama masyarakat. Dengan kondisi sekarang yang putus total, tentu sangat menyulitkan warga dalam beraktivitas sehari-hari. Pemda harus segera turun tangan,” pungkas Toni.***

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026