MikroTV.ID, Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran rabies yang saat ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Sintang.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies oleh Bupati Sintang sejak 6 Maret 2026 setelah terjadinya peningkatan signifikan kasus gigitan anjing di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sintang, pada periode Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 107 kasus gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah penanganan yang lebih tegas.
Sebastian Jaba menilai situasi tersebut harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat dengan tetap mengedepankan langkah pencegahan dan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
“Masyarakat harus lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan peliharaan maupun hewan liar. Jika menemukan gejala rabies pada hewan, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan cepat,” ujar Sebastian Jaba.
Sebastian Jaba juga mengingatkan pentingnya vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan sebagai upaya menekan risiko penyebaran virus rabies di tengah masyarakat.
Menurut Sebastian Jaba, kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran rabies agar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa.
“Jangan menunggu sampai terjadi korban. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga sendiri, termasuk memastikan anjing peliharaan mendapat vaksin,” kata Sebastian Jaba.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan pemerintah siap melakukan eliminasi terhadap anjing yang telah terinfeksi rabies dan menyebabkan kematian pada manusia.
Penegasan tersebut disampaikan Kartiyus saat membuka Penyelidikan Epidemiologi Kasus Rabies oleh Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Aula RSUD AM Djoen Sintang, Rabu (22/4/2026).
“Ketika sudah ada orang Sintang yang meninggal karena gigitan anjing rabies, maka Pemerintah Kabupaten Sintang tidak ragu mengambil tindakan tegas berupa eliminasi. Jangan kalah oleh anjing penyebab rabies,” tegas Kartiyus.
Kartiyus juga menegaskan eliminasi hanya dilakukan terhadap anjing yang benar-benar terinfeksi rabies, bukan terhadap seluruh hewan peliharaan masyarakat.
Sebastian Jaba berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut sebagai langkah perlindungan bersama demi keselamatan warga Kabupaten Sintang.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Sebastian Jaba optimistis penyebaran rabies di Sintang dapat segera dikendalikan.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026