Mikrotv.id, DEMAK – Proses penjaringan perangkat desa di Desa Sukodono Kecamatan Bonang Kabupaten Demak berubah menjadi arena mosi tidak percaya. Hari terakhir pengumpulan berkas administrasi pada Rabu (01/04/2026) yang seharusnya menjadi prosedur rutin, justru meledak dalam aksi protes warga yang mencium aroma busuk manipulasi data.
Ketegangan memuncak saat Abu Mansur, seorang warga Desa Sukodono melabrak meminta transparansi dari Tim Panitia Seleksi (Pansel) di Balai Desa. Ia menuding panitia bermain api dengan menyembunyikan status kelengkapan berkas para calon, yang memperkuat dugaan adanya “pemaksaan” meloloskan figur tertentu.
“Kami mencium adanya dugaan calon titipan yang berkasnya kurang lengkap hingga tenggat waktu pukul 15:30 WIB. Aturannya jelas: tidak lengkap ya gugur! Tapi kenapa panitia mendadak tertutup? Ada apa di balik meja?” cecar Mansur dengan nada tinggi di hadapan awak media.
Dalih “Rahasia” Panitia yang Meragukan :
Ketua Pansel Muhdor, mencoba menepis tudingan tersebut dengan mengklaim seluruh berkas sudah lengkap secara ajaib tepat di hari penutupan. Namun, langkah Muhdor yang menolak membuka checklist kelengkapan kepada publik justru menjadi bumerang.
“Kami sudah bekerja maksimal dan semua lengkap. Tapi berkas tidak bisa kami buka (secara umum),” dalih Muhdor dalam sebuah pernyataan yang dinilai warga sebagai upaya berlindung di balik prosedur untuk menutupi ketidakhadiran akuntabilitas.
Drama “Janji Palsu” Usai Sholat Isya’ :
Puncak kekecewaan warga terjadi saat komitmen transparansi yang dijanjikan panitia menguap begitu saja. Pansel sempat berjanji akan menggelar pertemuan klarifikasi pada Rabu malam setelah salat Isya untuk membedah berkas secara terbuka guna menepis isu “kongkalikong”.
Sialnya, janji itu hanya isapan jempol. Hingga larut malam, pintu Balai Desa tak kunjung menampakkan batang hidung panitia yang berani bertanggung jawab.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026