Disporabudpar juga berfokus pada peningkatan keamanan dan keselamatan wisatawan. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, pihaknya aktif melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan memberikan pelatihan tentang pengelolaan objek wisata.
“Kami mendorong penerapan SOP bagi pengunjung dan memastikan tenaga kerja di objek wisata dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, terutama di lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi seperti Batu Jato,” ungkapnya.
Pada momen liburan besar seperti Natal dan Tahun Baru, kunjungan ke objek wisata seperti Batu Jato dapat mencapai 4.000 hingga 5.000 orang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan dan pengamanan pengunjung.
Untuk itu, Disporabudpar melibatkan BUMDes dalam pengelolaan keamanan agar destinasi wisata tidak dicap berbahaya dan tetap menarik minat wisatawan.
Dengan upaya promosi yang terus dilakukan, peningkatan infrastruktur, dan pengelolaan yang lebih baik, eko wisata Kabupaten Sekadau diharapkan dapat berkembang lebih pesat, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, dan meningkatkan daya saing pariwisata di tingkat nasional.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026