Terlihat juga sebuah mobil jenis Hi-Lux yang ditutup terpal hijau, bermuatan jerigen penuh BBM bersubsidi, meninggalkan SPBU. Hingga kini, pemilik mobil Hi-Lux tersebut belum teridentifikasi.
Saat Tim Media tersebut mencoba mengkonfirmasi peristiwa tersebut kepada pihak manajemen SPBU, tidak ada karyawan di kantor yang bisa ditemui, kecuali para operator.
Beberapa warga sekitar yang dimintai keterangan menjelaskan bahwa antrian dan pengisian dengan jerigen sudah menjadi pemandangan biasa dan tampaknya menjadi prioritas dibanding masyarakat biasa yang mengantri untuk mengisi tangki kendaraan.
Diharapkan pihak APH, Pertamina, atau pihak berwenang lainnya agar serius melakukan pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi demi melindungi hak masyarakat yang disalahgunakan oleh SPBU nakal seperti yang terjadi di SPBU 64.795.03 Kabupaten Sekadau.
Sebagai upaya memberikan informasi yang berimbang maka awak media ini berupaya mencari para pihak yang terkait dengan SPBU ini.
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pihak manajemen SPBU yang bisa dikonfirmasi.
Sebagai upaya memberikan informasi lengkap maka berita ini akan selalu diperbaharui seiring dengan Fakta-fakta terbaru.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026