MikroTV.ID, Pontianak, Kalbar – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Memperkuat Literasi Digital dan Etika Jurnalistik: Strategi Menangkal Hoaks dan Akun Media Sosial Ilegal di Hotel Neo Pontianak, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, organisasi pers, penggiat media sosial, hingga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Kalimantan Barat.
Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut hadir, di antaranya Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kalbar Maria Wijayanti, perwakilan Dirkrimsus Polda Kalbar AKP Anita Sitorus, Ketua Hoax Crisis Centre Indonesia (HCCI) Kalbar Reinardo Sinaga, serta perwakilan Kejati Kalbar, Kejari Pontianak, dan Dandim 1207 Pontianak.
Ketua Panitia FGD, Ahmad Madani, menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh pengurus SMSI Kalbar tanpa dukungan pembiayaan dari pihak mana pun.
Ahmad menyebut FGD ini sebagai bentuk kepedulian SMSI terhadap ekosistem informasi yang kian tergerus maraknya media sosial ilegal dan media tidak terverifikasi.
Menurutnya, fenomena penyebaran informasi oleh pihak yang tidak terikat Kode Etik Jurnalistik maupun Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers semakin mengkhawatirkan dan berpotensi merusak ruang publik.
Ketua SMSI Kalbar, Muhammad Khusyairi, menyampaikan bahwa secara nasional SMSI menaungi 3.081 media siber yang telah terverifikasi Dewan Pers.
“Khusus di Kalimantan Barat, terdapat 45 media online yang tergabung sebagai anggota SMSI, ” tambahnya.
Muhammad menambahkan, FGD ini bertujuan memetakan persoalan, menganalisis akar masalah, serta merumuskan solusi kolaboratif agar ruang publik di Kalimantan Barat tetap sehat, kredibel, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kalbar, Maria Wijayanti, yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Kalbar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMSI Kalbar.
Maria menilai tantangan etika jurnalistik saat ini semakin kompleks, terutama dengan munculnya akun media sosial ilegal yang lebih mengedepankan kecepatan dibanding akurasi.
Maria menegaskan, upaya menangkal hoaks dan media sosial ilegal tidak dapat dilakukan secara parsial.
Halaman:





















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026