Mikrotv.ID, Purwakarta – Kebijakan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang mengirimkan siswa-siswa yang terlibat masalah ke barak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah menjadi perbincangan hangat.
Hal ini diumumkan dalam rangka mengatasi masalah meningkatnya tindakan kriminal di kalangan pelajar, seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba.
Dedi Mulyadi melalui akun media sosialnya menyebutkan bahwa beberapa siswa yang terlibat masalah di Purwakarta kini telah dikirim ke barak militer untuk mendapatkan pelatihan selama 6 bulan.
“Siswa-siswa (nakal) sudah masuk ke mobil Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat),” ujar Dedi dalam unggahannya pada 1 Mei 2025.
Menurut penuturan Dedi, sebagian besar siswa yang dikirim ke barak militer ini terlibat dalam kegiatan tawuran, merokok, bahkan menyalahgunakan narkoba.
“Mereka akan mengikuti pendidikan, dan rata-rata mereka adalah (yang diduga terlibat) tawuran, merokok, dan bahkan ada yang pakai narkoba,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga menyambangi salah satu orang tua siswa yang rela mengirimkan anaknya ke barak militer.
Ia menanyakan kondisi pendidikan dan masalah yang dihadapi anak tersebut.
“Kelas 9 (SMP), masalahnya itu kemarin ikut tawuran, melawan anak sekolah lain. Ada korban juga katanya,” jelas orang tua siswa.
Dedi mengungkapkan bahwa salah satu alasan siswa berani melakukan tawuran adalah karena mereka tidak merasa takut melakukannya bersama teman-temannya.
“Ya itu, mereka berani karena beramai-ramai, kalau sendiri pasti takut,” tuturnya.
Meskipun kebijakan ini cukup kontroversial, orang tua siswa yang terlibat tawuran itu tampaknya mendukung penuh keputusan untuk mengirimkan anak mereka ke barak militer, berharap pelatihan tersebut dapat membentuk karakter dan kedisiplinan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026