Mikrotv,id, Kutacane – Dugaan Malpraktik yang dilakukan oknum dokter bedah berinisial IY beberapa hari yang lalu di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Sahudin Kutacane membuat salah seorang pasien bernama Alkhalifi Zikri (10) warga Desa Pejuang, Kecamatan Bukit Tusam meninggal dunia usai dilakukan operasi oleh dokter bedah tersebut.
Hal itu juga mendapat respon dari berbagai kalangan masyarakat bahkan Aktivis dan BEM juga berkomentar atas peristiwa kejadian itu. Peristiwa itu diduga malpraktik yang dilakukan oleh oknum bedah itu juga mencuat di media sosial bahkan disorot awak media.
Salah satu nya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UGL Aceh, Fikri yang juga sebagai aktivis angkat bicara atas ada peristiwa dugaan malapraktik yang dilakukan oknum dokter bedah tersebut.
Fikri menjelaskan, beredarnya dugaan malapraktik itu langsung diketahui nya pertama kali di media sosial Fb dan sudah gencar tayang di beberapa media online, akan tetapi dirinya menyayangkan hal itu tidak membuat pihak aparat penegak hukum di wilayah polres Aceh Tenggara mengambil langkah cepat untuk menangani dan menelusuri atas peristiwa tersebut.
” Saya pikir dengan ramai nya pemberitaan di media online dan viral nya di media sosial terkait dugaan malapraktik yang dilakukan oknum bedah Inisial IY itu pihak polres peka dan melakukan penyelidikan terkait kasus yang viral saat ini, karena dugaan malapraktik ini merenggut nyawa seorang bocah berumur 10 tahun bernama Alkhalifi Zikri,” ucapnya.
Fikri juga meminta kepada Polres Aceh Tenggara khususnya Kasatreskrim untuk tidak tutup mata atas kasus dugaan malapraktik yang menimpa bocah tersebut. Dirinya menilai hal mustahil pihak APH tidak mengetahui kejadian ini karena sudah ramai menjadi bahan perbincangan bahkan naik di media online.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026