” Kami menilai Polres Aceh Tenggara lamban dan kurang sigap dalam menangani kasus malapraktik yang saat ini viral. Dan sangat disayangkan langkah dari APH masih jalan ditempat,” kata fikri kepada wartawan, Jum’at (15/11).
Fikri mengaku, berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga korban bahwa bahwa diduga korban meninggal karena ada pendarahan dalam perut pasien, karena setelah korban di operasi perutnya terus semangkin kembung dan dilakukan penambahan darah.
Pihak keluarga menduga merasa curiga setelah operasi terjadi pendarahan dan pendarahan tersebut tidak di atasi atau di cari penyebab nya dan hanya di biarkan di ruangan ICU sampai korban meninggal dunia.
Kemudian, dari informasi yang diketahui, bahwa kadar hemoglobin korban Alkhalifi Zikri sekitar 13, setelah di ICU kembali di cek perawat jaga jadi 10 , kemudian beberapa saat di cek kembali turun jadi 6 , penurunan tersebut hanya dilakukan penambahan darah 1 kantong dan tidak ada upaya mencari penyebabnya sehingga korban meninggal dunia.
” Informasi ini merupakan pintu masuk bagi pihak Polres Aceh Tenggara untuk melakukan penyelidikan, jika ini juga tidak ditindaklanjuti maka kami akan turun kejalan melakukan aksi demontrasi,” tegasnya.
Fikri mengaku, jalan satu-satunya apabila kasus ini tak kunjung ditangani oleh polres Aceh Tenggara maka kami akan secepatnya turun ke jalan sebagai perpanjang aspirasi keluhan pihak keluarga yang ingin ada keadilan.
” Kasus dugaan malapraktik yang dilakukan oleh oknum dokter bedah berinisial IY ini, bukan kali ini saja, akan tetapi sebelum nya pernah juga terjadi dan pasien sempat melapor ke polres Aceh Tenggara dan sempat berdamai, ini yang kami khawatir kan jika di biarkan, dikhawatirkan akan terjadi kembali dikemudian hari,” cetusnya.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026