Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, harga beras terpantau relatif stabil dan berada di bawah ketentuan HET.
Beras medium yang memiliki HET Rp13.500 per kilogram rata-rata dijual di bawah Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium dengan HET Rp14.900 per kilogram dipasarkan di bawah Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan BULOG dijual sesuai ketetapan Badan Pangan Nasional sebesar Rp12.500 per kilogram.
Program SPHP dinilai efektif dalam menjaga keterjangkauan harga serta menekan laju inflasi pangan.
Secara nasional, realisasi distribusi beras SPHP telah mencapai sekitar 791 ribu ton yang tersebar di berbagai daerah.
Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG saat ini berada di kisaran 3,3 juta ton, sehingga dipastikan mampu mencukupi kebutuhan hingga awal 2026.
Meski demikian, hasil monitoring juga menemukan adanya sejumlah komoditas yang di beberapa lokasi dijual sedikit di atas HET, di antaranya Minyakita dan telur ayam ras.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama BULOG menekankan pentingnya peran Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan lanjutan secara tegas, adil, dan terukur.
Apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi permainan harga, penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai bentuk penguatan pengawasan di daerah, seluruh Kantor Wilayah BULOG telah mendirikan Posko Pemantauan Harga Pangan yang beroperasi selama periode Natal hingga menjelang Tahun Baru.
Posko ini berfungsi sebagai pusat monitoring, koordinasi, serta respons cepat terhadap fluktuasi harga dan pasokan pangan di wilayah masing-masing.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026