Jerman dan Jepang Lebih Optimistis
Berbeda dengan Indonesia, pekerja di negara maju menunjukkan tingkat kekhawatiran jauh lebih rendah.
Di Jerman, hanya 34 persen responden merasa pekerjaannya berisiko digantikan mesin, sementara mayoritas 66 persen merasa aman.
Jepang bahkan mencatat angka kekhawatiran terendah. Hanya 5 persen responden di Negeri Sakura yang yakin pasti kehilangan pekerjaan akibat AI.
Studi menyebut, rendahnya kecemasan ini dipengaruhi kepercayaan tinggi pada sistem kerja dan regulasi tenaga kerja di Jepang.
Alarm untuk Indonesia
Hasil survei GPO-AI menegaskan bahwa ketakutan terhadap AI tidak dirasakan sama di semua negara.
Faktor ekonomi, budaya, hingga kebijakan ketenagakerjaan sangat memengaruhi cara masyarakat menilai risiko teknologi.
Bagi Indonesia, tingginya rasa cemas ini bisa menjadi peringatan dini. Alih-alih larut dalam ketakutan, pekerja dituntut mulai beradaptasi dengan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman digital.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026