Cut Huzaimah menambahkan, apabila varietas lokal ini lolos sebagai VUN, maka akan diproduksi benih bersertifikat untuk didistribusikan kembali kepada petani lokal dan petani dari daerah lain di Indonesia.
Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry dalam sambutannya menyebut kontes ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bentuk rasa syukur atas potensi pertanian yang dimiliki daerah. Dengan harapan kegiatan serupa dapat digelar rutin setiap tahun dan menjadi daya tarik wisata baru di wilayah Aceh Tenggara.
“Durian lokal kita adalah simbol kekayaan alam dan kerja keras petan, melalui kontes ini, kita ingin tunjukkan bahwa Aceh Tenggara layak jadi daerah penghasil durian berkualitas nasional,โ ucapnya.
Salim Fakhry menambahkan bahwa melalui kontes yang diselenggarakan ini tentunya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa durian Aceh Tenggara tak kalah saing dengan durian daerah lain,dari sektor hasil kebun durian.
“Saya berniat untuk membuka peluang pasar lebih luas lagi. Kita ingin mengangkat potensi durian lokal mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas, dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” harapnya.
Hal senada disampaikan Dandim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdiyantoro, menilai bahwa durian dari wilayah Aceh Tenggara ini tidak kalah dengan durian premium dunia.
“Saya menilai budidaya durian dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pertanian secara luas,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, mengaku kali antusiasme peserta sangat tinggi untuk mengikuti perlombaan durian unggulan lokas dengan total sebanyak 97 peserta ikut ambil bagian dari berbagai kecamatan yang ada di Aceh Tenggara.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026