Kemudian Fakhry juga menegaskan bahwa bantuan bibit ini harus digunakan dengan bijak oleh para kelompoknya tani, serta tidak boleh untuk dikonsumsi akan tetapi harus ditanam sesuai peruntukannya.

“Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan benar-benar berdampak terhadap hasil pertanian masyarakat. Berharap program ini bisa berlanjut secara berkesinambungan dan menjadi bagian dari strategi besar peningkatan produktivitas pertanian di Aceh Tenggara,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, mengatakan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas yang paling sensitif terhadap inflasi daerah dan bantuan ini bersumber dari APBA dan diberikan kepada kelompok tani yang memang siap lahan dan teknis budidaya nya.
Adapun enam kelompok tani penerima bantuan berasal dari Kecamatan Bambel, Badar, Ketambe, dan Lawe Alas. Diharapkan, dengan bantuan tersebut, hasil panen dapat meningkat dan mampu mencukupi kebutuhan pasar lokal maupun regional.
“Bawang merah bukan hanya komoditas penting, tetapi juga penentu harga pasar,” ungkapnya.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026