Ia menjelaskan bahwa aktivitas pengisian yang terlihat dalam video dilakukan oleh karyawan SPBU, meskipun tidak mengenakan seragam Pertamina.
“Karyawan kami yang memegang nosel di atas drum itu memang bekerja di sini, tetapi kami memastikan semua proses pengisian sesuai aturan. Kuota barcode MyPertamina kadang dimanfaatkan pelanggan untuk tujuan lain di luar kebutuhan sebenarnya,” tambahnya.
W juga mengakui adanya kendala terkait harga eceran tertinggi (HET) yang sering menjadi persoalan di lapangan.
“Ada yang ngotot minta harga HET berkali-kali dalam sehari, tapi tetap kami tolak jika tujuannya untuk dijual lagi,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa SPBU 66.786.06 berkomitmen melayani sesuai aturan yang berlaku dan tidak mendukung praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menjawab tuduhan yang beredar dan menghindari kesalahpahaman publik terkait operasional SPBU tersebut.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026