Dukungan dari Pemerintah Desa dan Warga Setempat

Sekretaris Desa Balai Agung, Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya mendatangi pabrik PT. PSL untuk mencegah terjadinya konflik internal yang dipicu oleh isu penutupan pabrik.
“Kami mendengar banyak keluhan dari masyarakat yang khawatir pabrik akan ditutup. Sekitar 60 persen warga Desa Balai Agung bekerja di pabrik ini, baik sebagai buruh harian lepas maupun karyawan tetap. Jika pabrik tutup, banyak yang akan kehilangan mata pencaharian,” ujar Kurniawan.
Kurniawan juga menjelaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kepentingan untuk membela perusahaan, melainkan ingin menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami hadir untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, agar tidak ada bentrokan antarwarga, terutama yang bekerja di perusahaan. Kami juga bekerja sama dengan pihak TNI/Polri untuk menjaga keamanan,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa sebelum adanya pabrik, banyak warga yang harus merantau jauh untuk bekerja.
“Dulu banyak warga yang harus merantau untuk bekerja sebagai tukang senso atau tukang pikul kayu. Sekarang, dengan adanya pabrik, mereka bisa bekerja sebagai karyawan tetap dan pulang ke rumah setiap hari,” kata Kurniawan.
Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Sanggau, dirasakan Menurut Aplikasi InfoBMKG Tercatat Magnitudo 4,2
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026