Menurut Asri, baik Danny Pomanto maupun Azhar Arsyad merupakan figur yang dekat dengan rakyat. Danny, yang dikenal sebagai “anak lorong” di Makassar, berasal dari keluarga biasa dan berhasil menjadi Wali Kota Makassar selama dua periode.
Sementara, Azhar Arsyad berasal dari lingkungan aktivis sebelum akhirnya menjadi Anggota DPRD Sulsel. Keduanya dianggap sebagai representasi dari rakyat kecil.
“DIA adalah representasi orang-orang biasa, namun memiliki visi yang luar biasa untuk Sulawesi Selatan,” jelas Asri.
Asri menegaskan bahwa becak dipilih karena menjadi medium sosio-kultural yang dapat menembus batas-batas komunikasi publik.
“DiA ingin menjadi sahabat rakyat, mendengarkan lebih banyak aspirasi, untuk membawa Sulsel menjadi lebih baik bagi semua,” tutupnya. (*)
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026