Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memberikan solusi konkret untuk masalah-masalah mendasar di Makassar.
Di balik gegap gempita berbagai event internasional di Makassar, terdapat masalah mendasar yang tak kunjung terselesaikan, seperti pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, kemacetan, dan masalah parkir.
“Buat apa ada event-event internasional jika warganya masih tetap miskin dan menderita,” tambahnya.
Appi merasa terpanggil untuk kembali berkontestasi memimpin Kota Makassar.
“Harus ada solusi konkret untuk masalah-masalah tersebut, dan saya siap mewujudkannya jika terpilih,” katanya penuh antusias.
Di hadapan pengurus KKLR Sulsel, Appi menguraikan sejumlah konsep untuk menyelesaikan masalah mendasar di Makassar, termasuk potensi Makassar sebagai kota transit atau persinggahan.
“Tantangannya adalah bagaimana menjadikan orang-orang yang singgah bisa berlama-lama di kota ini, agar mereka bisa belanja lebih banyak di sini,” jelasnya.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini juga menjelaskan konsepnya untuk mengatasi kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di Makassar, serta pengelolaan sampah dan air bersih untuk warga.
“Intinya, kita ingin meng-upgrade Kota Makassar. Masalah-masalah mendasar harus diselesaikan segera karena itu adalah hak warga,” tukas Appi, memperkenalkan tagline yang akan diusungnya, yaitu “Wattunnami Makassar Upgrade”.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Ketua Dewan Pakar BPP KKLR Prof. Jasruddin, Wakil Ketua BPP KKLR Baharuddin Solongi, Wakil Sekjen BPP KKLR Syahruddin Hamun, Biro Humas dan Kesekretariatan KKLR Sulsel Adil Mubarak, dan tokoh senior KKLR HM Asaad Mandas.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026