Henry juga mengapresiasi peran serta masyarakat, terutama dalam membawa anak-anak ke posyandu dan ibu hamil yang aktif memantau tumbuh kembang anak.
“Peran serta TNI/Polri, perangkat desa, dan ibu-ibu PKK sangat penting dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu dan puskesmas,” kata Henry.
Lebih lanjut, Henry menyebutkan bahwa hampir 90% masyarakat Sekadau telah mengakses jamban sehat, dan 54% desa telah mendeklarasikan “Stop Buang Air Besar Sembarangan”.
“Kami mendorong masyarakat untuk berperilaku bersih dan sanitasi. Kabupaten Sekadau menjadi nomor satu di Provinsi Kalbar dalam STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dengan menerapkan 5 pilar utama,” jelas Henry.
Prestasi nasional yang diraih dalam percepatan penurunan stunting ini menunjukkan penurunan signifikan dari 35% menjadi 12%.
“Kabupaten Sekadau mendapatkan prestasi nasional dalam percepatan penurunan stunting dari 35% menjadi 12%, dan menjadi salah satu dari 3 kabupaten terbaik di Indonesia,” ungkap Henry.
Selain stunting, Dinas Kesehatan Sekadau juga berfokus pada penanganan penyakit menular seperti demam berdarah (DBD).
“Kami terus menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3M: mengubur, menguras, dan membersihkan lingkungan. Kami juga membagikan abate dan melakukan fogging di daerah yang terkena DBD,” tambah Henry.
Henry berharap masyarakat terus menjaga kesehatan dan berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026