MikroTV.ID, Paris – Angkatan Udara Prancis mendapatkan hadiah Natal yang berbeda pada hari keenam perayaan yakni dua pesawat radar Saab GlobalEye dalam program pembelian Saab GlobalEye Prancis.
Pemerintah Prancis merampungkan kesepakatan pembelian dua pesawat radar Saab GlobalEye dengan nilai kontrak sebesar 12,3 miliar Krona Swedia sebagaimana diumumkan oleh pabrikan Saab.
Sebelumnya Prancis dan Saab telah mengumumkan garis besar kerja sama ini dalam ajang Paris Air Show pada Juni lalu.
Dengan kontrak ini Prancis menjadi negara pembeli ekspor kedua pesawat radar Saab GlobalEye setelah Uni Emirat Arab yang lebih dulu mengoperasikan lima unit.
Saab juga memasarkan GlobalEye ke NATO setelah aliansi tersebut membatalkan pesanan pesawat Boeing E-7 Wedgetail.
CEO Saab Micael Johansson mengatakan pesanan tersebut menegaskan kuatnya kemitraan antara Saab dan Prancis.
“Pesanan hari ini menggarisbawahi kemitraan yang kuat antara Saab dan Prancis,” kata CEO Saab, Micael Johansson seperti dikutip Mikrotv.id dari laman breakingdefense.com diperbarui (30/12/2025).
Menurut Saab Prancis akan menerima unit GlobalEye pertama pada 2029 dan unit kedua pada 2032.
Paket kontrak juga mencakup peralatan darat pelatihan serta dukungan lainnya dengan opsi pembelian dua pesawat tambahan.
Saat ini Prancis tengah berupaya mengganti armada Airborne Early Warning and Control yang terdiri dari lima Boeing E-3F Sentry yang mulai beroperasi sejak 1991 dan direncanakan pensiun pada dekade 2030-an sebagai pengganti Boeing E-3 Sentry Prancis.
Halaman:
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026