Scroll untuk baca artikel
News

Jalan Rusak, Nyawa Taruhan, Kisah Pilu Seorang Ibu Melahirkan di Tengah Jalan

×

Jalan Rusak, Nyawa Taruhan, Kisah Pilu Seorang Ibu Melahirkan di Tengah Jalan

Sebarkan artikel ini
Seorang Ibu melahirkan di jalan karena infrastruktur buruk
Seorang Ibu melahirkan di jalan karena infrastruktur buruk. Kapan pemerintah serius memperbaiki kondisi jalan di daerah terpencil?

Mikrotv.ID, Sintang, Kalbar – Masyarakat Indonesia sudah menikmati kemerdekaan, namun sungguh ironis, sebuah kisah pilu datang dari Dusun Sempetang, Desa Sirang Setambang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Seorang ibu muda harus melahirkan buah hatinya di tengah jalan yang rusak parah, jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan yang memadai.

Peristiwa ini menjadi cermin nyata ketimpangan pembangunan di negeri ini, di mana akses dasar seperti Jalan dan fasilitas kesehatan masih menjadi mimpi bagi sebagian masyarakat.

Jalan Rusak, Nyawa Terancam

Kondisi jalan di Dusun Sempetang memang sudah lama dikeluhkan warga.

Jalanan berlubang dan berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari, terutama saat musim hujan.

Kondisi ini sangat menyulitkan akses bagi warga, termasuk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Saat proses persalinan, seorang ibu muda tersebut harus menempuh perjalanan yang melelahkan menuju puskesmas.

Namun, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, mobil yang ditumpangi kesulitan melintas.

Akhirnya, persalinan terpaksa dilakukan di dalam mobil yang terjebak di tengah jalan, tanpa didampingi tenaga medis yang kompeten.

Dampak yang Lebih Luas

Kejadian ini bukan hanya menyangkut satu keluarga, tetapi juga menjadi cerminan masalah yang lebih besar.

Akses yang terbatas terhadap fasilitas kesehatan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti peningkatan angka kematian ibu dan bayi, serta kesulitan mendapatkan perawatan medis yang tepat waktu.

Selain itu, kondisi jalan yang buruk juga menghambat perekonomian masyarakat.

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026