Scroll untuk baca artikel
Aerospace & Defense

Rafale, Falcon 8X dan Radar GCI Perkuat Operasi Udara TNI AU

×

Rafale, Falcon 8X dan Radar GCI Perkuat Operasi Udara TNI AU

Sebarkan artikel ini
TNI AU memperkuat pertahanan udara nasional dengan Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X dan radar GCI modern. Dok. Foto TNI AU

Falcon 8X akan mendukung mobilitas strategis dan misi pengawasan, sedangkan integrasi rudal Meteor MBDA dan Smart Weapon HAMMER memperkuat efektivitas operasi udara modern.

Di sisi lain, radar Ground Control Intercept (GCI) GM403 akan meningkatkan kemampuan deteksi dini, kendali intersepsi, serta pengawasan ruang udara nasional secara lebih terintegrasi.

Sistem radar tersebut dipandang penting untuk mendukung respons cepat TNI AU terhadap berbagai potensi ancaman di wilayah udara Indonesia.

Modernisasi Pertahanan Udara

Melansir siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan kekuatan pertahanan nasional menjadi bagian dari strategi deterrence Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Kita harus terus meningkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal atau deterrence. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, penguatan alutsista udara tersebut merupakan bagian dari program modernisasi pertahanan nasional yang telah dirancang sejak dirinya menjabat Menteri Pertahanan pada pemerintahan sebelumnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pertahanan sebagai fondasi utama menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.

“Tapi kita lihat kondisi geopolitik dunia penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas. Jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” katanya.

Pemerintah menilai integrasi Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, radar GCI, dan sistem persenjataan modern akan memperkuat kesiapan operasional TNI AU dalam menjaga wilayah udara nasional sekaligus mendukung postur pertahanan Indonesia yang lebih modern dan adaptif.(ADF)

https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1 Ucapan Lebaran 2026