Konfigurasi ini mencakup meja dan panel instrumen navigasi, kursi instruktur dan trainee, perangkat komunikasi lengkap, dan fasilitas pelatihan prosedur penerbangan langsung di udara.
Kehadiran NC212i NavTrain TNI AU ini menggantikan platform lama yang telah digunakan sejak 1985.
Di sisi performa, pesawat dilengkapi baling-baling MT Propeller tipe MTV-27 dari Jerman yang tersertifikasi EASA.
Propeller ini memiliki tingkat kebisingan rendah, performa halus saat single engine operation, dan kompatibel sempurna dengan mesin Honeywell TPE331.
Kombinasi ini memberikan keandalan operasional saat pesawat bertugas di medan sulit maupun landasan pendek.
Wadan Grup 1 Kolonel Pnb Wisnu Aji Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja sama PTDI dan Kemhan RI.
Ia menegaskan bahwa NC212i NavTrain TNI AU akan memperkuat proses pendidikan navigator serta membantu mempersiapkan personel menghadapi operasi modern.
Ia juga menyebut NC212i telah battle proven dalam berbagai misi kemanusiaan, termasuk di wilayah dengan kondisi landasan terbatas.
Dengan progres 7 dari 9 unit yang kini tuntas, PTDI memasuki fase akhir penyelesaian kontrak NC212i.
Pengiriman unit ke-8 pada kuartal pertama 2026 menjadi langkah penting sebelum tahapan penutupan penuh kontrak.
Capaian ini kembali menegaskan kemampuan PTDI sebagai industri pertahanan nasional dalam menyediakan alutsista strategis sekaligus mendukung kemandirian teknologi dirgantara Indonesia.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026