Keduanya dinilai vital mengingat lokasi geografis Selandia Baru yang terisolasi dan membutuhkan respons cepat terhadap krisis maupun tugas pertahanan.
Wakil Marsekal Udara Darryn Webb menjelaskan bahwa kehadiran A321XLR turut memperkuat kemampuan negara menjalankan misi ke Antartika.
Menurutnya, jangkauan jauh dan efisiensi pesawat ini memberikan keamanan serta kepastian lebih baik dalam operasi ekstrem di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari proses pengadaan, RNZAF juga memperkenalkan desain livery baru untuk A321XLR.
Pesawat akan menggunakan warna abu-abu dengan logo kiwi khas RNZAF, mencerminkan identitas militer sekaligus tetap mudah dikenali sebagai pesawat Selandia Baru.
Sebagai pesawat komersial siap pakai, Airbus A321XLR hanya memerlukan sedikit modifikasi sebelum diterjunkan pada 2028.
Proyek ini telah masuk Anggaran 2025 dengan persetujuan bisnis akhir pada Agustus, dan penandatanganan kontrak pada November menjadi tahap akhir pengadaan.***
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026