Menurutnya, kapal selam ini mampu menyelam hingga enam bulan tanpa perlu muncul ke permukaan karena tidak berawak.
“Hanya menggunakan baterai selama enam bulan, kemudian naik untuk pengisian daya dan kembali menyelam.
Kita lengkapi dengan torpedo, dan teman-teman sudah melihat langsung uji tembaknya,” tutur Menhan.
Selain memperkuat alutsista bawah laut, Kemhan juga mendorong modernisasi armada permukaan.
KRI Brawijaya 320 yang baru tiba kini menjadi fregat terbesar di Asia Tenggara, menandai peningkatan kekuatan laut Indonesia.
Perbandingan KSOT dengan drone bawah laut negara besar.
Pengembangan KSOT Indonesia menjadi langkah signifikan dalam modernisasi sistem tempur bawah laut.
Dengan kemampuan menyelam hingga enam bulan dan membawa torpedo, KSOT masuk kategori drone bawah laut beroperasi jarak jauh dan dapat digunakan untuk pengawasan strategis serta misi intelijen.
1. Orca – Amerika Serikat.
AS mengembangkan Ocean Explorer, drone bawah laut ultra besar dengan payload modular untuk misi jarak jauh.
Program ini berjalan paralel dengan proyek LDUUV dan XLUUV, dengan Boeing sebagai pemimpin pengembangan drone raksasa Orca.
Fokus utama AS adalah daya jelajah, kekuatan sensor, dan fleksibilitas payload untuk memperkuat operasi di kawasan Pasifik.
Halaman:
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026