Kondisi ini, selain meningkatkan risiko kerusakan di daratan, juga bisa menambah kecepatan awan hujan yang membawa curah hujan tinggi.
“Angin yang bertiup kencang bisa menyebabkan hujan lebat datang lebih cepat dan menyebar ke area yang luas. Ini berisiko menimbulkan potensi banjir di daerah-daerah rawan,” katanya.
BMKG telah mencatat adanya curah hujan tinggi dalam 24 jam terakhir di beberapa lokasi yang dapat memicu banjir.
Di beberapa desa, warga mulai merasakan dampak genangan air yang meluap ke jalan-jalan dan pemukiman.
Curah hujan yang konsisten ini berpotensi menyebabkan sungai meluap, terutama di daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Antisipasi dan Imbauan untuk Masyarakat
Di tengah prediksi cuaca yang kurang bersahabat ini, BMKG menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca.
“Kami harap warga, terutama yang berada di daerah rawan banjir atau longsor, dapat terus waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Selalu pantau informasi cuaca dari sumber resmi dan perhatikan juga arahan dari pemerintah setempat,” tegas Sutikno.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan memastikan barang-barang penting berada di tempat yang aman.
Dengan angin yang berkecepatan tinggi, bangunan-bangunan atau benda yang kurang kokoh bisa menjadi sumber bahaya tambahan.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir atau tepi sungai, penting untuk memantau tanda-tanda peningkatan debit air.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026