Kemudian, dalam aksi beberapa hari lalu, pabrik pinang tersebut telah banyak menimbulkan kekhawatiran dari warga. Selain dari persoalan limbah dan polusi, suara kebisingan dari aktivitas pabrik itu juga sangat menganggu kenyamanan warga.
” Hal itu adalah tidak benar, karena suara bising itu hanya suara mesin sedikit berbunyi, mengingat juga dari perkampungan warga tidak terdengar sama sekali. Keberadaan pabrik pinang ini kita seharusnya bangga, karena semenjak berdirinya pabrik ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah kabupaten Aceh Tenggara,” sebutnya.

Ari menyampaikan, seperti diketahui saat ini banyak masyarakat kita pemanjat pinang yang sudah mencapai 700 orang, Alhamdulillah mereka sudah bisa mendapat peluang pekerjaan,bahkan gaji mereka bisa Rp.200-300 ribu per hari.
Salah seorang pekerja di PT. Global Pinang Indonesia berinisial YN mengatakan, dirinya bekerja di pabrik ini sangat membantu dan menumbuhkan perekonomian di Aceh Tenggara, jangan gara gara ada unsur kepentingan pribadi banyak orang yang harus dikorbankan dalam hal ini .
” Adanya PT Global Pinang Indonesia di Aceh Tenggara Ini, sangat bermanfaat kepada masyarakat dan juga mengurangi angka pengangguran di wilayah setempat,” sebutnya.
Yn juga mengaku, jangan gara gara tidak diindahkan oleh PT Global Pinang Indonesia keinginan mereka, kami masyarakat yang bekerja disini menjadi korban, kalau pabrik ini ditutup kemana lagi kami bekerja.
” Jika pabrik PT Global Pinang Indonesia di Aceh Tenggara ini ditutup, yang jadi korban kami sebagai pekerja , berharap pemerintah daerah agar secepatnya mencari solusi agar masalah ini diselesaikan, karena hanya PT Global Pinang Indonesia yang ada perusahaan di Aceh Tenggara dan sangat membantu ekonomi kami dan mengurangi angka pengangguran di Aceh Tenggara,”harapnya.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026