Menurut Setyoajie, informasi potensi gempa dimaksudkan untuk mendorong kesiapan masyarakat menghadapi skenario terburuk, bukan untuk menimbulkan kepanikan.
“Sampai saat ini, belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan tepat kapan, di mana, dan seberapa besar kekuatan gempa.
Jadi, penting bagi kita semua untuk tetap waspada tanpa harus takut berlebihan,” tambahnya.
Perbedaan Potensi dan Prediksi Gempa
BMKG juga menegaskan perbedaan antara potensi gempa dan prediksi gempa. Potensi mengacu pada kemampuan sumber gempa melepaskan energi, sementara prediksi memuat informasi rinci mengenai kapan dan di mana gempa akan terjadi.
Setyoajie menjelaskan, “Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa secara akurat memprediksi gempa. Kita hanya bisa mengetahui potensinya, tapi bukan kapan terjadinya.”
Baca Artikel ini: BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Sukseskan PON XXI 2024 Aceh-Sumut
Imbauan Kesiapsiagaan dari BMKG
Dalam menghadapi potensi Megathrust, BMKG mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, namun dengan kesiapsiagaan yang lebih baik.
“Kita harus tetap tenang. Melaut, berdagang, dan berwisata di pantai tetap aman dilakukan.
Hanya saja, kita harus terus mengikuti informasi resmi dari BMKG agar siap jika terjadi sesuatu,” kata Setyoajie.
BMKG juga mendorong masyarakat untuk memperkuat mitigasi berbasis komunitas.
“Kesiapsiagaan adalah kunci. Mengikuti simulasi, meningkatkan literasi bencana, dan memastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa adalah beberapa langkah penting yang bisa diambil masyarakat,” tuturnya.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026