Setelah melalui segmen ini, para pendaki berjalan kaki menuju pos pendaki pertama untuk beristirahat dan menikmati bekal yang telah disiapkan.
Menaklukkan Segmen Tangga Ferrata
Pendakian semakin menantang saat memasuki segmen tangga ferrata kedua yang cukup tinggi.
Di sini, para pendaki disuguhi pemandangan kota Sintang dan ibukota kecamatan Kelam Permai dari ketinggian.
Jalur ini juga dipenuhi dengan tanaman endemik Bukit Kelam, seperti kantong semar (_Nepenthes clipeata_).
Tantangan berlanjut dengan pendakian di segmen ketiga tangga ferrata yang paling memacu adrenalin.
Tangga ini dilengkapi dengan tali baja yang dapat digunakan sebagai pegangan.
Dengan teknik mendaki yang mengaitkan pengaman karabiner ke anak tangga dan tali baja, pendaki dapat memanjat tebing dengan aman dan mencapai puncak.
Puncak Bukit Kelam: Menikmati Keindahan Alam
Setelah menaklukkan segmen terakhir, pendaki dapat mengisi kembali persediaan air di jalur evakuasi yang terletak dekat dengan tangga ferrata terakhir.
Pendakian dilanjutkan menuju puncak melalui hutan dan jalur semak tanaman pakis.
Setelah 8 jam 30 menit perjalanan, para pendaki akhirnya tiba di puncak Bukit Kelam, di mana mereka disambut oleh dua shelter yang nyaman untuk beristirahat.
Hari Kedua: Pemandangan Matahari Terbit dan Sebelum Perayaan HUT RI
Pagi hari di puncak Bukit Kelam dimulai dengan udara sejuk dan pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.
Para pendaki sebelum hari perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 dengan mengibarkan bendera merah putih di puncak bukit.














https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026