Selanjutnya penggunaan bibit unggul dan teknologi modern juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, hal ini dapat dilakukan melalui beberapa langkah yakni, pengendalian hama penyakit secara terpadu dapat mengurangi kerugian akibat serangan hama dan penyakit.
Kemudian untuk pemasaran dan jaringan distribusi yang efisien dapat memastikan hasil panen petani dapat mencapai pasar dengan harga yang lebih menguntungkan.
“Saya yakin dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, petani dan dinas terkait. Kita dapat menjadikan kakao sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian di daerah Aceh Tenggara,” sebutnya.
Ditempat yang sama Sekretaris Daerah (Sekda) Yusrizal menyampaikan terimakasih dan dukungan penuh dalam rangka penandatanganan (MOU) kebun entres dan kebun induk, serta penanaman perdana kebun kakao di Kabupaten Aceh Tenggara.
Dijelaskan Yusrizal kakao merupakan komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Aceh Tenggara dengan luas lahan kakao mencapai 21 ribu hektar dan produktivitas sebesar 905 kg per hektar per tahun Aceh Tenggara memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi dan mutu kakao. Namun potensi tersebut belum dapat dioptimalkan secara maksimal.
“Pemerintah daerah menyambut baik adanya program kebun entres dan kebun induk ini sebagai langkah konkret dalam mendukung upaya peningkatan produktivitas kakao di daerah kita ini,” harapnya.
















https://wa.me/message/BCEUFAL7LBUZJ1
Ucapan Lebaran 2026